Jalan Singkuang-Natal Masih 25%
Panyabungan. Jalan antara Singkuang – Tabuyung – Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih parah dan butuh anggaran ratusan miliar lagi agar bisa mulus dan bisa dilalui kendaraan.
Pasalnya, jalur sepanjang 66 Km ini sedikitnya 12 Km dari Tabuyung menuju Singkuang belum tersentuh aspal. Hal itu diungkapkan Teguh, warga setempat, kepada MedanBisnis, Senin (28/11).
Saat ini, pemerintah menganggarkan Pembangunan Peningkatan Kapasitas/Pelebaran jalan Singkuang – Tabuyung – Natal dari APBN TA 2012 senilai Rp 14,36 miliar. “Jalan ini dalam keadaan rusak, karena sering dilalui mobil pengangkut kayu dan sawit melebihi tonase. Sekitar 12 Km masih belum tersentuh aspal,” katanya.
Selain peningkatan jalan di Tabuyung, Kementerian Pekerjaan Umum juga menanggarkan Peningkatan Kapasitas/Pelebaran Jalan antara Natal – Simpang Gambir dari APBN TA 2012 dengan nilai sebesar Rp 9,5 miliar. Menurut warga setempat, jalan tersebut sering longsor karena banjir.
“Kalau kita lihat jalur Natal – Simpang Gambir sudah hampir rampung, mudah-mudahan tebing yang terjal dimiringkan kembali sehingga tidak terjadi lagi longsor seperti yang baru-baru ini terjadi. Bila jalan Pantai Barat sudah tuntas, akan banyak peluang kerja terbuka, yang akhirnya membantu ekonomi masyarakat,” ujar Khoirullah warga setempat.
Aswin Parinduri, Pengurus Gapensi Sumut, mantan Ketua Gapensi Madina mengatakan, anggaran untuk penuntasan jalur Pantai Barat, khususnya antara Natal – Singkuang masih membutuhkan anggaran ratusan milyar lagi.
Dijelaskannya, di jalur ini pembangunan jalan termasuk kategori 3 A. Anggaran pembangunannya berkisar Rp 3 miliar – Rp 4 miliar setiap kilometernya. Jadi, untuk anggaran Rp 14,36 diperkirakan hanya bisa membangun 3 Km saja.
“Kalau perkiraan saya, anggaran untuk penuntasan jalur ini hingga sampai ke Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menghabiskan sekitar Rp 250 miliar, dengan struktur tanah di pinggir laut, maka kendaraan yang bisa melewati jalan ini tonasenya berkisar 10 hingga 12 ton,” jelasnya. (zamharir rangkuti)
Sumber : medanbisnis











